12Ide Rumah Bergaya Modern yang Cocok untuk Hunian di Indonesia. Prisca Akhaya 24 November, 2016 12:00. dengan tangan dingin para arsitek internasional yang terlibat di dalamnya. Setiap rumah yang dijadikan contoh berikut memiliki konsep dan gayanya masing-masing, dan akan memberikan interpretasi mengenai gaya modern bagi rumah Anda!
Alasannyakarena bahan rotan memiliki daya tahan yang cukup kuat. Gaya Jengki dalam Desain Interior Kekinian. Meskipun termasuk gaya jadul, namun gaya jengki tetap cocok diaplikasikan pada rumah modern, salah satunya pada rumah bergaya scandinavian. Dengan memadukan arsitektur dan beberapa furnitur pendukung, gaya arsitektur jengki khas
Berikutini ada sedikit deskripsi soal tata ruang rumah bergaya country untuk wilayah tropis seperti Indonesia. Untuk bagian eksterior, rumah country sebaiknya dibangun dengan dimensi overstek yang lebar. Bagian overstek yang lebar ini dapat meneduhi jendela dan pintu utama.
RumahBergaya Eropa yang Cocok di Negara Indonesia Memiliki rumah yang bergaya Eropa tentunya bukan menjadi kemustahilan bagi Anda yang tinggal di Negara Indonesia. Selain dengan bentuk yang memesona, pada zaman dahulu bangsa Eropa menjajah banyak Negara sehingga membawa pengaruh arsitektur pada bangunan-bangunan lokal termasuk rumah bergaya Eropa.
Kesemuanyamemiliki ciri khas masing-masing. Ada 5 konsep yang cukup populer di kalangan dunia arsitektur khususnya di Indonesia. Berikut ini 5 macam gaya arsitektur yang banyak di gunakan dalam konsep bangunan di Indonesia. 1. Konsep Mediterania Rumah yang menerapkan konsep desain Mediterania terlihat lebih elegan, mewah dan klasik.
Takperlu khawatir, kami juga memiliki beragam rekomendasi rumah bergaya modern yang bisa Anda lirik, di antaranya Arkamaya Residence, Tanakayu Serpong, D'east Townhouse dan Dago Village. Desain Arsitektur Rumah Bergaya Jepang Foto: architecturaldigest.com
Gambardesain rumah di atas menggambarkan sebuah rumah mewah bergaya. Gambar desain rumah minimalis 2022 2023 jasa arsitek desain rumah minimalis modern 2 lantai di surabaya jawa timur. Rumah mewah 3 lantai nuansa pink. 9 model rumah unik karya arsitek indonesia masa kini. Source: suryaarsitek.com. Bagi kamu yang memiliki lahan yang
z54j. Berkunjung ke Madura, Anda akan menemukan bangunan rumah yang unik. Ia memiliki pola zig zag yang riang, tekstur cerobong asap palsu, pintu jati bermotif herringbone, dan jendela berwarna merah muda. Tariq Khalil, fotografer yang berdomisili di Jakarta, menyebutnya rumah Hansel dan Gretel’. “Ada sedikit sentuhan Eropa dan khas suasana 50-an. Ini adalah bentuk seni ekstrem dari era yang ekstrem,” katanya. Tariq bersemangat untuk mengetahui cerita di balik rumah unik’ ini. Ia mempelajari bahwa ide arsitektur tersebut berasal dari bangsawan tembakau Haji Samsul yang tergila-gila oleh gaya moderen abad pertengahan yang dilihatnya saat melakukan perjalanan bisnis ke Jawa Tengah. Baca juga Inilah Rumah Masa Depan Tanpa Terhubung Jaringan Listrik. Mau? Tidak ada arsitek di Indonesia – terutama Madura – pada masa itu. Sebab, orang-orang Belanda telah diusir dari Jawa. Oleh karena itu, Samsul menggambar sendiri sketsa bangunannya, lalu ia berikan kepada kontraktor lokal. Pada 1967, Samsul berhasil membangun rumah impiannya. “Meski cukup elit, namun kebiasaan ini menyebar di kota besar Madura, di mana para kontraktor dan pemilik bebas berekspresi dengan elemen art deco dan abad pertengahan,” papar Tariq. Gaya arsitektur Jengki Tariq amat terobsesi dengan gaya arsitektur yang unik namun tidak jelas ini. Mereka menyebut gaya arsitektur yang berkembang pada 1950 dan 1960-an ini dengan Jengki’ diambil dari kata Yankee. “Saya merasa seperti orang aneh. Saya tertarik pada sesuatu yang menurut orang lain biasa saja. Padahal, itu ada di depan mata kita. Setiap kota di Indonesia pada tahun 50-an memiliki gaya arsitektur ini,” cerita Tariq. Tariq pertama kali melihat gaya arsitektur Jengki ini di Bandung, satu dekade yang lalu. Bangunan ini mengingatkannya pada kartun The Flintstones. Jengki merupakan modernisme abad pertengahan Indonesia yang ditandai dengan bentuk tidak biasa – seperti pentagon, atap asimetris, pintu dan jendela yang terbagi dua, dinding miring, ventilasi udara dengan struktur trapesium atau berlian. Jengki ditandai dengan pola yang tidak biasa. Contohnya seperti ventilasi udara yang berbentuk lingkaran, trapesium atau berlian. Roni Bintang Tariq membandingkan arsitektur ini dengan pengalaman memakan durian. Beberapa orang tidak menyukai baunya, namun setelah digigit, rasanya enak. “Ada sesuatu yang salah dengan gaya bangunan itu, namun tetap menyenangkan untuk dilihat,” katanya. Berkembang di Semarang Semarang, kota pelabuhan yang penting pada masa kolonial, juga merupakan tempat terbaik untuk menemukan bangunan bergaya Jengki. Sebuah grup komunitas sketsa, Orart Oret, meneliti pengaruh arsitektur Jengki sebagai bagian dari biografi salah satu perintis gaya tersebut, Oei Tjong An, yang membangun rumahnya di Semarang dengan jendela di bagian bawah. “Sesama arsitek mempertanyakan mengapa jendela tersebut diletakkan di bawah padahal tidak ada fungsinya. Namun, Tjong An mengatakan, itu karena terlihat indah dan artistik,” kata Adeline Gunawan, kepala divisi penelitian Orart Oret. Sayangnya, rumah dengan jendela di bawah ini, telah dibongkar dan digantikan dengan sebuah bank. Adeline khawatir, rumah bergaya Jengki akan benar-benar hilang jika pemilik tidak mampu membayar biaya perawatan dan akhirnya memilih untuk membongkarnya. “Pemerintah mesti terlibat dalam usaha pelestariannya,” ujar Adeline. “Riset kami berjalan selama dua tahun. Setiap dua minggu, kami berkelana untuk mencari rumah-rumah bergaya Jengki yang masih dalam kondisi bagus dan mencoba melestarikan dengan menggambarnya,” tambahnya. Ekspresi kebebasan Gaya arsitektur Jengki dianggap sebagai ungkapan kebebasan politik pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 1945. Beberapa bahkan berspekulasi bahwa bentuk pentagon di bangunan-bangunan tersebut, terinspirasi oleh Pancasila yang memiliki lima prinsip. Baca juga Perpustakaan Unik Berdinding Ember Es Krim di Bandung Adeline mengatakan, gaya unik ini merupakan bentuk pemberontakan melawan bangunan berstruktur rapi peninggalan pemerintahan Belanda. “Ingin menjadi nasionalis, beberapa warga Indonesia membangun gedung tanpa mengikuti aturan dengan bentuk asimetris. Beberapa mungkin menganggapnya norak, namun gaya Jengki itu ternyata sangat terkenal,” papar Adeline. Sayangnya, menurut Tariq, gaya arsitektur Jengki ini mulai menghilang di akhir 1960. Pada masa itu, bangunan Indonesia mulai mengikuti gaya arsitektur yang dibuat oleh Sukarno. “Para arsitek tersebut berkata bahwa Jengki lebih mementingkan bentuk bangunan dibanding fungsinya – berlebihan dan tidak berguna. Semangatnya sudah hilang. Arsitek fokus kepada misi membangun negara’. Padahal bangunan yang mereka ciptakan jadi membosankan,” kata Tariq. Periode kreativitas arsitektur yang luar biasa di Indonesia pun telah berakhir. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Saat menjelajahi kota-kota besar di Indonesia, terutama di daerah kota tua, rumah kolonial menjadi ikon penting yang menceritakan sejarah dan warisan peninggalan Belanda. Sejarah, seni, desain dan arsitektur merupakan satu kesatuan dan tidak bisa terlepaskan. Lalu saat berpindah ke kawasan Tangerang, begitu banyak rumah modern dan rumah minimalis yang dijadikan gaya perumahan cluster. Beda lagi, jika kita beranjak ke kawasan Jakarta Utara, rumah bergaya Mediteranian kerap menjadi tipe arsitektur rumah yang digemari dan nampak seragam dengan pertokoannya. Han Awal & Partners / CASA IndonesiaBegitu banyak istilah arsitektur rumah, seperti minimalis modern, skandinavian, industrial, tropis modern, dan masih banyak lagi. Istilah ini seringkali kita baca atau dengar berdengung di media massa untuk menunjuk sebuah bangunan yang dianggap menerapkan gaya atau tren arsitektur/interior masa kini. Tujuannya agar dapat memperoleh kesan rumah atau bangunan yang dirancang dengan gaya baru, modern dan berselera kekinian. Sayangnya, tidak banyak masyarakat yang paham bahwa sebutan itu bermakna sangat jauh dari khasanah arsitektur dan desain interior. Banyak juga masyarakat awam yang menyangka bahwa gaya minimalis modern itu baru lahir sepuluh tahun terakhir. Bila dicermati oleh kalangan yang lebih paham, ternyata bukan gaya minimalis apalagi modern. Tapi kadangkala ada American Classic, Art Deco dan bahkan menyelip sentuhan aliran lain. Melalui artikel ini, CASA Indonesia merangkum macam-macam arsitektur rumah yang tak lekang oleh waktu dan sangat populer hingga masa kini. Terdapat juga sejarah tentang setiap gaya rumah agar Anda bisa memahami perjalanan gaya desain Rumah Minimalis yang Sudah ada Sejak Tahun 1980Ciri khas rumah minimalis adalah menggunakan dak beton, mengikuti bentuk dasar berbentuk kotak, polos atau tanpa ornamen, dan menggunakan maksimal dua kombinasi material. Teorinya rumah minimalis menggunakan cat dinding berwarna monokrom. Menyoal sebutan minimalis sebenarnya lebih banyak dipengaruhi paham aliran Zen dari Amerika Frank Lloyd Wright mengadaptasi beberapa hal yang Zen seperti pintu geser dari desain rumah-rumah tradisional Jepang melalui karya rumahnya tahun 1930-an. Konsep arsitektur rumah minimalis kemudian bergerak perkembangannya pada akhir 1980an di London dan New York. Sejalan dengan yang terjadi pada perkembangan industri fashion yang “lelah” dengan segala atribut maksimalis pada era sebelumnya di tahun 1980an big hair, big makeup, big prints, big shoulder dan semua hal yang arsitektur minimalis biasanya 'membuang' segala hal menjadi sesuatu agar mencapai esensi nilai kesederhanaan, namun memiliki nilai berkualitas sangat tinggi. Detailnya yang rapi, presisi, jujur dan tidak mengada-ada hingga terlihat pada semua bagian bangunan dan ruang. Baca juga 7 Contoh Rumah Minimalis yang Mudah Anda Tiru2. Rumah Modern yang Hadir di Seluruh DuniaDesain rumah modern sering disandingkan dengan rumah minimalis. Meskipun bisa dibenarkan, namun ada perbedaan yang mencolok untuk memisahkan antara dua desain tersebut. Rumah modern memiliki bentuk atap segitiga, sedangkan rumah minimalis identik dengan atap dak beton atap rata. Rumah modern memiliki sumber pencahayaan yang baik dengan aplikasi jendela besar. Untuk rumah modern, hadirkan jendela atau bukaan yang memadai di rumah Anda, agar sirkulasi udara bisa mengalir dengan baik. Pastikan arah mata angin rumah Anda. Hindari meletakkan jendela di dinding yang menghadap arah barat, karena rumah akan terasa dari buku “Simon and Schuters's Pocket Guide to Architecture” 1986 oleh Patrick Nuttgens, sejumlah arsitek besar di Eropa pernah mengadakan pertemuan di tahun 1928 dalam Congres Internationaux d'Architecture Moderne CIAM. Menetapkan bahwa kesepakatan ciri khas arsitektur modern ditandai oleh tiadanya ornamentasi atau hiasan, struktur atap yang rata, dominasi garis-garis persegi panjang, dinding putih dan keberadaan jendela yang besar-besar. 3. Rumah Modern Tropis yang cocok untuk IndonesiaNegara Indonesia yang menjuntai di garis Khatulistiwa membuat negara kepulauan ini memiliki iklim tropis yang hangat. Berbeda dengan negara-negara yang berada di utara maupun selatan garis Khatulistiwa dengan iklim empat musim, negara dengan iklim tropis hanya memiliki dua musim utama yaitu penghujan dan kemarau. Studio Air Putih dan Trivium Design Group / Sefval Mogalana / CASA IndonesiaOleh sebab itu, sejak zaman dahulu nenek moyang bangsa Indonesia bahkan sudah merancang rumah-rumah tradisional yang cocok dengan iklim tropis tersebut. Iklim tropis memiliki beberapa karakter khusus seperti curah hujan yang lebat, suhu rata-rata sepanjang tahun yang hangat, dan kelembaban yang tinggi. Han Awal & Partners / CASA IndonesiaHingga kini, rumah dengan desain tropis masih menjadi tren yang layak diaplikasikan di Indonesia. Ada sedikit salah kaprah yang menyebut bila desain tropis sama dengan rumah berdesain modern dan minimalis. Namun, sebetulnya ada lima hal yang patut diperhatikan tentang rumah modern tropis bila Anda ingin membuat rumah dengan desain tropis yang Kreasi Mandiri / Sefval Mogalana / CASA Indonesia4. Arsitektur Rumah Klasik yang Tak Lepas dari Unsur DetailDefinisi gaya klasik memang tidak dapat dipisahkan dari pembagian zaman dan pergerakan kesenian Eropa. Kedua faktor inilah yang menjadi landasan bentuk bangunan serta interior pada masa itu. Yunani dan Romawi kuno dengan peninggalan bangunan kokoh tinggi berpilar. Rumah Klasik / Insan Obi / CASA IndonesiaPada abad pertengahan terdapat era Gothic, dengan karakter bangunan menggunakan batu bata serta ciri detail lancip membentuk arah panah. Lukisan dalam bentuk fresco dan panel pada interior juga mulai muncul pada era ini. Zaman pembaharuan, Renaissance, mengubah tatanan kultur Eropa yang dimulai dari kebangkitan agama Kristiani yang terpecah. Pada masa ini dikenal pergerakan Baroque yang ditandai dengan perkembangan seni yang lebih dinamis mengikuti ekspresi emosi. Diikuti era Rococo, saat karya seni dan arsitektur semakin berwarna, penuh dengan hiasan yang terkesan playful. Selain berdasarkan era, perbedaan asal negara merupakan hal krusial lainnya dalam membedakan ragam aliran klasik. Berdasarkan perkembangan penerapannya, pembagian ini yang sekarang umum Gaya Rumah Klasik Kolonial Arsitektur kolonial di Indonesia adalah arsitektur Eropa Barat dari Belanda yang dibawa ke Indonesia dengan misi kolonialisme namun akhirnya berkembang setelah melihat budaya dan iklim disini. Arsitektur ini memiliki pengaruh besar dan kerap menjadi mind set baru bagi masyarakat Indonesia jaman itu. Rumah Kemang Selatan karya KIAT ArchitectLanggam dari negara Belanda ini dipercayai menjadi akar dari arsitektur modern di Indonesia. Hampir di seluruh negara bekas jajahan negara-negara Eropa, gaya kolonial muncul dan berkembang. Walau langgam dan detailnya berbeda di setiap negara, semuanya mempunyai prinsip yang sama, yaitu adaptasi gaya arsitektur dan interior Eropa yang kental bercampur dengan budaya negara jajahan. Di Indonesia sendiri bangunan kolonial masih dapat dijumpai, misalnya di kawasan Menteng, Jakarta, Semarang, Bandung, Medan, berbagai museum serta Istana Kemang Selatan karya KIAT ArchitectSerapan gaya Eropa, pengaruh dari Belanda maupun Inggris terlihat dari bentuk bangunan seperti penggunaan pilar dan detail kusen jendela, meski lantai, dinding serta ornamen dinding dibuat sesuai adaptasi iklim dan material asal Indonesia. Furnitur klasik Eropa bersanding dengan hiasan asli Nusantara maupun Oriental menjadi ciri khas interior gaya Rumah Klasik ItaliaBentuk luar bangunan tampak lebih sederhana dibanding gaya klasik Prancis. Sistine Chapel di Vatican dan Palazzo Farnese di Roma merupakan contoh representasi bangunan klasik Italia. Di dalamnya, hampir seluruh dinding penuh dengan lukisan yang disebut fresco. Langit-langit yang membentuk kubah atau vault tidak menjadi ciri semata, namun struktur tersebut juga menjadikan bangunan lebih aman. Warna bold seperti merah, hijau dan sentuhan emas menjadi warna khas gaya interior klasik biasanya dari bahan marmer atau kayu, membentuk motif yang repetitif maupun mosaik, sedangkan dekorasi dinding berupa cornice yang juga Inspirasi Rumah Klasik dari Film Bohemian Rhapsody7. American Classic Sama seperti sejarah negara ini, gaya klasik Amerika sangat terpengaruh oleh pergerakan seni dan arsitektur negara-negara Eropa. Bahkan pengaruh Inggris dan Prancis masih terlihat kental pada bentuk furnitur dan hiasan. Selain itu, ada juga gaya lain yaitu traditional country yang berhubungan dekat serta kini juga mulai bercampur. Secara keseluruhan gaya klasik Amerika tergolong lebih ringan dan berkesan homey. Pengaturan interior disesuaikan dengan kebutuhan dan architecture & interior / Adit KokEric Wibowo / Melanie TanusetiawanWarna natural seperti krem, cokelat dan putih, juga ditemui sentuhan warna-warna muda. Cornice dibuat lebih sederhana serta wallpaper yang dipakai berwarna cerah dengan motif cenderung polos. Ornamen interior didominasi dengan material kayu. Gaya Amerika ini menampilkan suasana elegan namun tetap terlihat kasual sebab minim detail-detail kompleks. Eric Wibowo / Melanie TanusetiawanPermainan profil dengan bentuk yang tak terlalu rumit juga menjadi andalan desain tersebut. Lis plafon atau cornice misalnya; diaplikasikan sebagai hiasan horizontal yang menandai elemen bangunan, misalnya pada tiang, dinding, atau kusen jendela dan Rumah Klasik bergaya PrancisMenyebut gaya klasik Prancis, khalayak biasanya langsung terbayang istana Versailles. Kemegahan istana ini memang telah sering menjadi inspirasi. Bentuk luar bangunan klasik Prancis cenderung dekoratif, mulai dari atap berwarna maupun jendela besar berornamen. Traditional Exterior design / Dallas General Contractor Isler Homes / HousekaboodleBiru, emas dan putih menjadi warna yang mendominasi pada eksterior maupun interior. Penggunaan panel membingkai dinding yang terkadang dikompilasi dengan Klasik / Insan Obi / CASA IndonesiaCiri khas lain adalah Chandelier kristal yang menjuntai dari langit-langit serta furniturnya seperti armchair, kabinet serta meja berkontur gelombang dengan detail ukiran Rumah KontemporerDefinisi kata kontemporer adalah masa kini atau masa sekarang, jadi rumah dengan desain kontemporer tentu akan berubah dari masa ke masa. Rumah kontemporer di tahun 2000 awal tentu akan berbeda dengan desain rumah kontemporer di tahun 2020 mendatang. Jadi desain rumah kontemporer akan selalu mengikuti perkembangan dan tren desain di masa itu. Rumah kontemporer kerap disamakan dengan rumah modern, namun sebetulnya secara sejarah itu bukanlah hal yang tepat. Dick Clark + Associates dan Vinson Radke Homes / Paul Bardagjy / ContemporistDesain kontemporer adalah gaya desain atau arsitektur yang tenar di abad ke-21. Mengutip dari gaya ini diawali sebagai penggabungan berbagai gaya, secara bertahap desain kontemporer mengembangkan eksklusivitasnya sendiri. Desain kontemporer tidak saja meminjam beberapa elemen dan unsur dari modernisme atau gaya modern, namun juga mengambil beberapa elemen dari art deco, dekonstruktivisme, futuristik dan beberapa gaya interior kontemporer kerap terfokus pada desain ramah lingkungan yang hemat energi dan menggabungkan bahan daur ulang. Sudah menjadi hal yang biasa melihat tanaman menghiasi atap bangunan untuk meningkatkan efisiensi energi dan meningkatkan kualitas udara luar. Penggunaan bahan-bahan alami, menghadirkan tanaman hias, dan memadukan bangunan dengan lingkungan alami adalah ciri khas dari rumah kontemporer. 10. Rumah Art DecoLanggam Art Deco bisa disebut sebagai periode arsitektur yang unik, yaitu terjadi antara dua Perang Dunia, antara tahun 1920 sampai 1939. Periode setelah itu, yaitu sekitar tahun 1950-an masih ada karya arsitektur bernafaskan Art Deco, namun hanya merupakan kelanjutan dari gaya tahun-tahun sebelumnya. Pada dasarnya Art Deco sendiri lahir karena adanya gerakan modernisme, yaitu tuntutan estetika menuju bentuk sederhana, membebaskan diri dari arsitektur klasik. Brooke Aitken Design / hometolove Karakter yang paling utama adalah bentuk geometris murni dan kesederhanaan. Kita mengenal langgam Art Deco dalam empat klasifikasi, yaitu floral deco, streamline deco, zigzag deco, dan neo-classical deco. Di Indonesia hanya diaplikasikan dua langgam pertama, yaitu floral deco dan streamline deco, dan jarang sekali ditemukan klasifikasi ketiga dan keempat. Jonathan Adler Di Asia sendiri hanya ada tiga kota yang memiliki koleksi bangunan dengan langgam arsitektur Art Deco yang signifikan, yaitu Shanghai, Bombay, dan Bandung, selain kota-kota di dunia yang terkenal dengan Art Deco-nya seperti juga 9 Desain Rumah Idaman yang Paling Disukai Banyak Orang11. Arsitektur Rumah Bergaya SkandinaviaDesain Scandinavian atau Skandinavia masih menjadi pilihan gaya dalam mendandani interior rumah sampai saat ini. Gaya Skandinavia yang terkenal dengan suasana serba putih dengan pilihan furnitur kayu berwarna terang. Image terang, luas, dan bersih membuat gaya interior ala Skandinavia ini sangat digemari terutama oleh keluarga-keluarga muda. Rocco Architects / Evelyn Muller / ArchdailyMeski terlihat simple dan ringan, ternyata menciptakan gaya Skandinavia perlu banyak penyesuaian suasana yang dibutuhkan untuk mengatasi perbedaan desain dari negara kita, Indonesia, sebagai negara tropis dengan negara-negara Skandinavia yang berada di bagian utara Benua Eropa Architects / Evelyn Muller / Archdaily12. Rumah Penuh Warna Bergaya BohemianBohémien adalah istilah umum untuk populasi Romani atau "Gipsi" di Prancis. Tertulis pada buku 'My Big Fat Gypsy Wedding', konon Gipsi berasal dari India, tiba di Eropa sekitar abad ke-13. Mungkin ini menjelaskan pengaruh besar India dan Maroko pada gaya desain bohemian. Ball & Claw Vintage / Jen Chanyi / DesignspongeGaya hidup dan cara berpakaian para Gipsi memberikan inspirasi tersendiri untuk gaya desain rumah Bohemian, yaitu santai, menggunakan warna dasar netral lalu dibubuhi warna-warni yang cerah, serta menghadirkan banyak pola-pola yang personal. InteriorsonlineCiri khas yang paling terlihat dari desain bohemian adalah kaya akan warna-warni, juntaian kain-kain bertampilan mewah, detail yang memukau, sentuhan pada emas dan kristal. Dekorasi dan aksesori interior adalah kunci utama dalam perancangan desain bohemian demi personalisasi diri, seperti lukisan dan Rumah Etnik Jawa yang Berkolaborasi dengan Budaya LainMengutip dari buku ”Esensi Arsitektur Jawa,” dalam Arsitek dan Arsitektur Indonesia Menyongsong Masa Depan Ed Prof. Ir. Eko Budiharjo, Msc Secara status sosial, rumah merupakan lambang identitas pemiliknya berdasarkan pada sistem stratifikasi masyarakat Jawa. Dalam proses perkembangan selanjutnya, terbagi atas lima bentuk dasar bangunan, yaitu panggang pe, kampung, limasan dan joglo, serta bangunan khusus untuk beribadah yang berbentuk Awal & Partners dan Hidayat Endramukti / Brett Prasetyanto / CASA IndonesiaMenurut Jasin Tedjasukmana, selaku principal KIAT Architect yang kerap menerapkan arsitektur Jawa dalam perancangannya, arsitektur Jawa lebih berkembang dibanding arsitektur Nusantara lainnya. Hal tersebut disebabkan karena kerajaannya lebih besar dan punya pengaruh dengan dunia luar yaitu dunia Barat. Arsitektur Jawa sudah memiliki poros desain yang jelas sejak dulu. Peletakan massanya pun tertata dengan rapi dan jelas; mana yang utama, pelengkap, dan area private. Konfigurasi ruang atau bagian-bagian rumah orang Jawa di desa membentuk tatanan tiga bagian linier belakang. Bagian depan pendopo, di tengah peringgitan dan yang paling belakang, dan terdalam adalah dalem. Gebyok adalah salah satu elemen interior khas Jawa berupa partisi yang pada umumnya terbuat dari bahan kayu jati. Partisi ini banyak dipergunakan sebagai pembatas antara ruang seperti ruang tamu atau ruang keluarga dengan kamar-kamar di rumah adat. Namun di dunia modern ini, gebrok banyak digunakan sebagai elemen dekorasi khas Jawa yang bisa ditempatkan dimana Awal & Partners / CASA Indonesia14. Arsitektur Rumah Tradisional BaliAsta Kosala Kosali adalah sebuah panduan dalam merancang rumah Bali yang berisikan tata cara, tata letak, dan tata bangunan. Tak hanya tempat tinggal, namun juga tata letak bangunan tempat suci yang ada di Bali. Asta Kosala Kosali dibuat dengan landasan Filosofis, Etis, dan Ritual serta anatomi tubuh sang pemilik rumah. Brahman House / Gusde Tranquil VillasPengukurannya pun tidak mengacu pada standar ukuran seperti pada umumnya ukuran meter, namun menggunakan ukuran dari tubuh sang pemilik, misalnya Musti ukuran atau dimensi untuk ukuran tangan mengepal dengan ibu jari yang menghadap ke atas, Hasta ukuran sejengkal jarak tangan manusia dewata dari pergelangan tengah tangan sampai ujung jari tengah yang terbuka, dan Depa ukuran yang dipakai antara dua bentang tangan yang dilentangkan dari kiri ke kanan. Konsep Rumah Natah Bali / Eko Budiharjo / Buku Firmitas karya AbodayMengutip dari Portal Arsitektur, konsep perancangan rumah Bali berpegang kepada mata angin, 9 mata angin Nawa Sanga. Setiap bangunan itu memiliki tempat sendiri. Misalnya dapur harus ditempatkan di area Selatan, karena berhubungan dengan api. Lalu, tempat sembahyang karena berhubungan dengan menyembah maka ditempatkan di Timur atau tempat matahari terbit. Yang terakhir, sumur sebagai sumber air harus ditempatkan di Utara dimana Gunung Living, rumah Bali modern / Somia Design Studio / Mario Wibowo15. Rumah Bergaya IndustrialSama seperti namanya, gaya desain industrial terinspirasi dari sebuah industri atau pabrik. Dalam sejarah, bangunan industrial pertama kali didirikan pada tahun 1700 yang sangat fokus pada efisiensi dan keselamatan. Pertimbangan paling besar di era itu adalah kekuatan bangunan dari api serta biaya material yang murah. ConfettistyleMaka dari itu, dinding bata ekspos, struktur pipa-pipa air dan udara di ceiling yang terlihat jelas, dan barang daur ulang adalah salah satu ciri gaya industrial yang dianggap efisien dari segi material. Di tahun 1700 pun, listrik sangatlah minim, sehingga dirancang jendela besar untuk menghadirkan cahaya alami. Setelah dilupakan atau ditinggalkan, gaya industrial pada pabrik dan gudang kini sangat diminati untuk tempat tinggal dan bisnis cafe. DominoTapi sepopuler "industrial chic" hari ini, tren ini dimulai bertahun-tahun yang lalu. Pada akhir 1960-an dan 70-an, gaya industrial mulai hidup di New England dan Lower Manhattan, Amerika Serikat. Dari segi desain interior, tampilan Industrial chic tidak terlalu dingin atau terlalu hangat, namun seimbang. Elemen-elemen seperti batu bata, beton ekspos, logam, dan kayu reklamasi adalah material yang paling banyak juga 12 Daftar Pertanyaan untuk Arsitek saat Membangun Rumah16. Arsitektur Rumah Rustic yang Dekat dengan AlamGaya desain rustic pertama kali hadir di negara perbatasan yang menggunakan rumah kabin dan pondok kayu. Handmade furniture, kursi antik, sofa kulit, serta meja kayu dan logam mengingatkan pada perumahan Eropa di abad Vallés / El Mueble / OnekindesignArti kata rustic adalah pedesaan dalam Bahasa Indonesia. Namun karena istilah rumah rustic ini tenar dari Swiss, Jerman, dan Austria, maka gaya-gaya rumah rustic mengacu pada rumah di pedesaan di sana, yaitu kembali ke masa-masa awal ketika peradaban dan alam saling bergantung. Terinspirasi oleh alam dan berbentuk sederhana. Ciri khas utamanya memiliki ruang terbuka dan lapang dengan tiang-tiang besar dan balok kayu. Gaya desain rustic menggunakan bahan-bahan sederhana seperti kayu mentah dan batu untuk membawa unsur-unsur alam terbuka ke dalam rumah. Komponen-komponen ini digunakan dalam furnitur dan aksesori, serta dalam desain struktural yang sebenarnya. Hampir jarang rumah bergaya rustic menggunakan wallpaper dan warna cat cerah, karena umumnya gaya ini menggunakan material alam yang bertekstur. Karena rumah bergaya rustic sangat memaksimalkan pemandangan luar sebagai panorama rumah, maka jendela besar banyak digunakan, sekaligus sebagai penerangan alami. 17. Kolaborasi Barat & Timur JapandiKata Japandi merupakan gabungan dari Japan dan Scandinavia. Kedua kata tersebut dianggap sebagai leading trend dalam dunia arsitektur dan desain yang hingga kini masih populer di masyarakat modern. Tak sedikit pula yang tidak menyangka bahwa budaya dari barat dan timur yang diwakili oleh kedua kawasan tersebut justru memiliki kesamaan serta ide desain yang Scandinavia kerap membawa mosi hygge dalam konsepnya yang berarti rumah sudah semestinya menjadi tempat berpulang dan sanctuary bagi pemiliknya dengan memberikan perasaan nyaman tiap kali mereka melangkah memasuki rumah. Sementara Jepang dikenal dengan istilah wabi-sabi yang mengedepankan pencarian keindahan dari hal yang kurang House / DformKedua konsep ini pada dasarnya berangkat dari akar minimalis dan kenyamanan. Pada praktiknya rumah bergaya Japandi kerap hadir dalam kombinasi muted colors yang menampilkan warna lembut natural dari material yang diterapkan di hunian. Selain itu, desain tercerminkan dalam bentuk garis bersih dan jumlah furnitur yang minimalis karena tiap komponen hadir dengan intensional bukan hanya sekadar Mansion / Nimara Architects18. Gaya Avant-Garde yang Mencuri PerhatianBerasal dari bahasa Perancis, istilah Avant-Garde memiliki arti advance guard atau vanguard dan seringkali dikaitkan ke hal yang dianggap visioner serta lebih terdepan dari masanya. Lebih familiar diperbincangkan dalam konteks dunia seni, gaya avant-garde kerap menerima salah paham atau kurang diterima masyarakat dikarenakan hasil proses kreatifnya dinilai berbeda dari idealisme mainstream dimasanya. Z-Line House oleh MSSM Associates / Fernando GomulyaDalam kritik Giovannini yang dikutip oleh Curbed, sang kritikus menduga avant-garde mulai masuk dalam desain mainstream seperti halnya karya Guggenheim Bilbao ciptaan Frank Gehry dan Heydar Aliyev Center karya mendingan Zaha Hadid walaupun memiliki wujud yang out-of-the box. Kehadiran karya arsitektur ini seakan menyebarkan pesan bahwa arsitek yang merancang dan pemerintah menerima ide mereka, liberasi ketimbang mengontrol sang geometri. Z-Line House oleh MSSM Associates / Fernando GomulyaHadir dalam bentuk yang mencuri perhatian dan lebih sering muncul pada bangunan publik, avant-garde juga terlihat pada proyek residensial seperti halnya karya MSSM Associates, yaitu Z-Line House. Dalam hal rumah ini, bentuk rumah tercipta demi memaksimalkan potensi site dengan lahan bertingkat sembari memperhitungkan optimalisasi aliran air saat hujan deras yang kerap terjadi di area beriklim House oleh MSSM Associates / Fernando Gomulya19. Googie Gaya desain dengan asal nama yang kocakDimulai sejak tahun 1950-an dari kota Los Angeles, gaya googie lahir dengan tampilan warna yang cerah, kaya akan variasi material, bentuk yang unik, serta gaya desain signage yang over-the-top. Ini membuat gaya arsitektur beraura optimis, eksperimental, serta penuh semangat di antara rumah-rumah bergaya klasik Italia dan Art Deco. WeststyleNama googie diciptakan oleh kritikus arsitektur Douglas Haskell yang tengah berkeliling di Los Angeles sembari meneliti cerita mengenai coffee shop baru bergaya heboh. Dalam perjalanannya ia melihat Googies, sebuah kafe di West Hollywood yang memiliki atap berwarna merah berani dan memutuskan tren unik ini dengan nama serupa dengan gaya Googie menginspirasi ARAT Arsitektur dalam menciptakan hunian yang mengadaptasi bentuk arsitektur dan interior yang melibatkan bentuk organik dan dinamis bernama Rumahlimo. Ini seperti halnya karya arsitek John Lautner yang menjadi panutannya begitu pula film Scarface 1983 ciptaan Tony Montana yang memancarkan miami vibes, vibrant color, dan futuristic. Diulas lengkap dalam CASA Indonesia Vol. 2/2020 Stay Sane, hunian ini menerapkan sejumlah motif hewan sebagai aksen eksotis yang kian menambah keunikan sang Elrod House oleh John Lautner / Daniella on DesignChemosphere ciptaan John Lautner / Daniella on DesignTeks diupdate oleh Oktavia Putri Agustus 2022Foto teaser Dick Clark + Associates dan Vinson Radke Homes / Paul Bardagjy / Contemporist
Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Surabaya10 Januari 2022 1448Hai Fifa,kakak bantu jawab ya Jawaban yang benar dari pertanyaan ini adalah D. Tropis. Tropis merupakan wilayah yang secara geografis memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim panas. Iklim tropis menyebabkan panas matahari tinggi, tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, curah hujan tinggi, hingga pergerakan angin yang tak terduga. kawasan beriklim tropis membutuhkan gaya arsitektur tersendiri untuk menyiasati masalah cuaca yang ada. Sehingga gaya arsitektur tropis menawarkan solusi untuk beradaptasi dengan pengaruh cuaca tropis. Jadi, Indonesia cocok memiliki rumah yang bergaya arsitektur tropis. Oleh karena itu jawaban yang tepat adalah D. Semoga membantu
Kompas TV nasional budaya Senin, 20 September 2021 1932 WIB Ilustrasi rumah dengan langgam arsitektur Indis. Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo, Jawa Tengah. Sumber JAKARTA, - Rumah lawas era kolonial memang dikenal sebagai hunian yang nyaman nan sejuk, sehingga cocok untuk tempat tinggal di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Hal tersebut tak dapat dipungkiri karena rumah berlanggam arsitektur Indische Style Indis ini memiliki konsep rancangan yang fokus pada akomodasi air dan angin dalam setiap ruangnya. Namun, arsitek sekaligus pengurus Badan Pengkajian dan Pelestarian Arsitektur, Ikatan Arsitek Indonesia IAI Nasional Aditya W Fitrianto mengatakan, sejatinya ada delapan ciri khusus dalam gaya arsitektur Indis. "Ciri paling menonjol adalah rumah bergaya arsitektur Indis sarat akan bukaan, baik berupa pintu maupun jendela. Khusus untuk jendela, didominasi model jalusi atau krepyak," jelas Aditya, dikutip dari Senin 20/9/2021. Baca Juga Arsitektur dan Pandemi Perubahan Konsep Desain Sebagai Bentuk Adaptasi Untuk lebih lengkapnya, berikut delapan ciri khas gaya arsitektur Indis yang menjadi kunci kenyamanan rumah lawas tempo dulu. 1. Berwarna terang Rumah bergaya arsitektur Indis identik dengan cat dinding warna terang seperti putih atau krem, yang dimaksudkan untuk mengurangi penyerapan panas dari sinar matahari. 2. Jendela berlapis Model jendela berlapis pada rumah tempo dulu dikenal dengan nama jalusi atau krepyak, yang tidak hanya mejalankan fungsi sebagai bukaan atau jalannya udara, tapi juga tetap memberi privasi untuk penghuni. Supaya terlihat lebih cantik, jalusi atau krepyak yang menjadi daun jendela pada sisi luar, biasanya dikombinasikan dengan daun jendela sisi dalam berhiaskan kaca patri. Baca Juga Bangga! 3 Karya Biro Arsitek Indonesia Raih Penghargaan Internasional 3. Pintu dengan lubang angin Halaman Sumber BERITA LAINNYA
- Banyak orang mendambakan rumah dengan desain unik. Tak jarang, orang-orang mulai mencari inspirasi desain rumah melalui website, majalah, televisi, atau bahkan langsung bertanya dengan arsitek terkenal. Ada beberapa desain rumah yang saat ini sedang populer. Di Indonesia sendiri misalnya, rumah bergaya minimalis modern adalah yang sedang diminati banyak orang saat ini. Tapi tentunya bukan cuma itu saja, ada banyak tren arsitektur rumah di Indonesia, seperti berikut ini 1. Gaya KolonialArsitektur rumah di Indonesia memang tidak terlepas dari sejarah seperti desain rumah yang satu ini yang terinspirasi dari zaman kolonial Belanda. Biasanya rumah bergaya kolonial ini sering dijumpai di gedung-gedung bersejarah. Furnitur rumah pun identik dengan pilar dan detail kusen jendela yang khas. Salah satu gedung dengan gaya kolonial adalah Istana Negara di Jakarta Gaya kata bohemian adalah orang yang hidup bebas seperti halnya seniman dan pujangga. Desain rumah bergaya bohemian sering digunakan orang untuk memberi kesan rumah yang nyaman dan artistik. Bahan-bahan di dalam rumah cenderung dibuat dari tekstil, kayu, kulit hewan, dan aksen metalik dengan dibubuhi warna-warni cerah dan santai. 3. Gaya salah satu negara tropis, wajar saja kalau di Indonesia ada juga rumah yang sengaja didesain dengan gaya tropikal. Desain rumah ini mengutamakan kesan natural dan hangat. Biasanya rumah tropikal ini dikombinasikan dengan pepohonan atau tanaman, serta jendela besar terbuka. 4. Gaya KontemporerInstagram/leclairdecorGaya kontemporer adalah kombinasi desain rumah dengan dua konsep yaitu masa kini dan masa depan. Ciri rumah bergaya kontemporer mulai dari pilihan warna yang netral seperti hitam, putih, atau abu-abu. Biasanya desain kontemporer ini fokus pada ramah lingkungan dan hemat energi. Penggunaan bahan-bahan alami dan tanaman hias juga menghiasi rumah kontemporer Gaya IndustrialConfettistyleRumah bergaya industrial ini biasa dihiasi dengan barang dan properti industri yang terbuat dari kayu lapuk, beton, batu bata, dan logam. Ada pula dinding bata ekspos, struktur pipa-pipa air, dan lampu laboratorium yang tergantung. Pencahayaan di dalam rumah ini pun sengaja dibuat Gaya Art DecoBrooke Aitken Design / hometoloveDesain rumah Art Deco berkaca dari gerakan modernisme, di mana nilai seni bangunan ini mengarah kepada arsitektur klasik berbentuk sederhana dan bebas. Ciri khas model ini adalah geometris murni dengan empat klasifikasi yaitu floral deco, streamline deco, zigzag deco, dan neo-classical deco. Di Indonesia sendiri menerapkan dua deco yaitu floral deco dan streamline deco.
indonesia cocok memiliki rumah yang bergaya arsitektur